Pengertian Politik

Deskripsi: Pengertian Politik, tujuan, fungsi dan jenis-jenisnya.


Mendengar kata politik, pasti yang terpikirkan dalam benak hampir semua orang adalah sesuatu yang berhubungan dengan negara.

Pengertian politik memang bisa diartikan sebagai upaya yang berkaitan dengan cara seseorang mencapai sebuah kekuasaan di suatu negara atau masyarakat.

Politik biasanya dianggap sebagai sesuatu yang ‘kotor’, dan kata politik selalu dikaitkan dengan masalah, gangguan, manipulasi dan kebohongan.

Namun sebenarnya, apa arti dari kata politik itu sendiri? Benarkah memang politik itu sesuatu yang menyeramkan?

pengertian politik
pengertian politik

Pengertian Politik

Apa itu politik? Politik jika ditinjau secara etimologi berasal dari kata politiek, yang dalam bahasa Yunani artinya adalah untuk rakyat.

Ya, definisi klasik kata politik ini dikembangkan oleh Yunani Kuno. Kata ‘politik’ berasal dari politiek, yang secara harfiah berarti ‘negara-kota’.

Dahulu, masyarakat Yunani dibagi menjadi dua bagian, yakni kumpulan negara dan kota yang independen.

Nah, keduanya masing-masing memiliki sistem pemerintahannya sendiri, lalu ada satu kota yang terbesar dan paling berpengaruh, yakni Athena.

Athena sering digambarkan sebagai tempat lahirnya demokrasi pemerintah. Dalam pengertian ini, politik dapat diartikan sebagai urusan negara.

Politiek pada dasarnya adalah ‘apa yang menyangkut kota’. Bentuk modern dari definisi ini adalah ‘apa yang menyangkut negara’

Sementara jika diartikan secara luas, maka kata politik ini memiliki arti segala sesuatu yang terkait dengan pemerintahan.

Definisi politik yang paling umum adalah bentuk keterkaitan antar kelas, kelompok sosial, dan bangsa.

Suatu bentuk yang secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan perwujudan dan pelaksanaan kekuasaan.

Ya, politik adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan orang, untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan atau keuntungan dalam kelompok, organisasi, dll.

Bagaimana pengertian politik menurut para ahli? Ada banyak sekali pendapat mengenai definisi politik dari beberapa ahli, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Otto von Bismarck

Politik bukanlah ilmu, tapi sebuah seni di pemerintahan dengan melakukan pelaksanaan kontrol dalam masyarakat melalui pembuatan dan penegakan keputusan kolektif.

2, David Easton

David Easton mendefinisikan politik sebagai ‘otoritatif alokasi nilai’. Maksudnya, politik mencakup berbagai hal, proses dimana pemerintah menanggapi tekanan dari masyarakat.

Politik dikaitkan dengan kebijakan pengambilan keputusan formal atau otoritatif yang menetapkan rencana tindakan untuk masyarakat.

3. Miriam Budiardjo

Politik diartikan sebagai berbagai kegiatan kenegaraan yang melibatkan proses penentuan dan pelaksanaan pemerintah Indonesia dalam melaksanakan tujuannya.

4. Kartini Kartolo

Politik merupakan aktivitas seseorang yang menggunakan wewenangnya, untuk menegakkan aspek hukum, segala peraturan, dan keputusan yang berlaku pada masyarakat.

[onphpid_related_posts]

Fungsi Politik

Ada beberapa fungsi atau tujuan dari adanya politik, di antaranya adalah:

  1. Menjaga integrasi masyarakat dengan menetapkan norma.
  2. Untuk menyesuaikan dan mengubah elemen sistem sosial, ekonomi, dan agama yang diperlukan dalam mencapai tujuan kolektif.
  3. Untuk mengusahakan agar kekuasaan antara masyarakat dan pemerintah bisa diperoleh dengan seimbang, sehingga bisa dikelola dan digunakan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
  4. Memungkinkan anggota masyarakat untuk secara kolektif mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai secara individu. Melalui negosiasi, debat, legislasi dan sebagainya, politik bisa berfungsi untuk mencapai sebuah tujuan.
  5. Upaya untuk mengoptimalkan kebijakan publik.
  6. Memastikan semua kegiatan negara  berjalan sebagaimana mestinya dan tepat sasaran.
  7. Menjaga keamanan, kedamaian dan keseimbangan kehidupan sosial di dalam dan luar negeri.

Jenis-jenis Sistem Politik yang Ada di Dunia

Setiap negara tentunya memiliki sistem politik yang berbeda-beda. Indonesia memang mengusung sistem politik demokrasi, namun ada negara di luar sana yang tidak menggunakan sistem politik yang sama dengan negara ini.

Ya, berbicara mengenai politik, pasti tidak bisa dipisahkan dari sistem politik yang dianut antara satu negara dengan negara yang lain.

Sistem politik terdiri dari politik dan pemerintahan dan melibatkan hukum, ekonomi, budaya, dan konsep sosial lainnya.

Banyak sistem politik yang memiliki ide atau akar yang serupa, tetapi dinamakan dengan istilah yang berbeda.

Di bawah ini ada beberapa jenis sistem politik yang dianut oleh berbagai negara, di antaranya adalah:

1. Demokrasi

Suatu  bentuk pemerintahan dimana kekuasaan tertingginya dipegang oleh rakyat, tetapi yang biasanya melaksanakan pemerintahan itu diwakili oleh sistem perwakilan.

Semua kewenangan secara tidak langsung dilimpahkan pada wakil negara yang dipilih oleh masyarakat.

Nah, beberapa negara selain Indonesia yang menggunakan sistem politik demokrasi sendiri adalah Australia, Islandia, Denmark dan masih banyak lagi.

2. Oligarki

Oligarki adalah struktur kekuasaan yang terdiri dari beberapa individu dari kalangan elit, keluarga, atau perusahaan yang diizinkan untuk mengontrol atau mengendalikan suatu negara.

Orang-orang yang memegang kekuasaan dalam oligarki mempunyai karakteristik, seperti keluarga bangsawan, mempunyai kekayaan, memiliki kekuatan militer, dan sebagainya.

Oligarki dapat mengontrol semua bentuk pemerintahan, termasuk demokrasi konstitusional. Beberapa negara yang menganut sistem politik oligarki sendiri adalah Korea Utara, Rusia, dan China.

3. Monarki Parlementer

Sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang tidak secara aktif terlibat dalam pembentukan atau implementasi kebijakan.

Pelaksanaan kekuasaan memang dipegang seorang raja, namun itu hanyalah secara seremonial.

Kepemimpinan di negara dilakukan oleh kabinet dan kepalanya seperti perdana menteri atau kanselir  yang diambil dari badan legislatif (parlemen).

Beberapa negara dengan konsep sistem politik monarki parlementer adalah Malaysia, Inggris, dan Belanda.

4. Emirat

Sistem politik pemerintahan dengan konsep emirat ini mirip dengan monarki, dimana kekuasaan tertinggi ada di tangan seorang amir (raja negara muslim).

Sang raja bisa jadi seorang penguasa absolut atau penguasa dengan otoritas terbatas secara konstitusional, contohnya adalah Negara Arab Saudi.

5. Republik Islam

Republik Islam adalah sistem politik pemerintahan tertentu yang diadopsi oleh beberapa negara muslim yang secara teori menganut prinsip teokrasi.

Bentuk negaranya memang republik, tetapi hukumnya harus sesuai dengan syariat Islam. Beberapa negara yang menganut sistem politik ini adalah Iran, Pakistan, dan Afghanistan.

6. Marxisme

Marxisme adalah prinsip politik, ekonomi dan sosial yang dianut oleh ekonom abad ke-19 Karl Marx.

Karl Marx memandang perjuangan buruh sebagai kemajuan kekuatan sejarah, yang akan melanjutkan perjuangan kelas proletariat (pekerja) yang dieksploitasi oleh kapitalis (pemilik bisnis).

Perjuangan Karl Marx ini menghadirkan masyarakat tanpa kelas.

Nah, beberapa negara dengan konsep sistem politik ini adalah Republik Rakyat Tiongkok, Kuba, Laos, dan masih banyak lagi.

7. Otoriter atau Diktator

Otoriter atau diktator adalah suatu bentuk sistem politik pemerintahan dimana seorang penguasa atau kelompok kecil memegang kekuasaan absolut.

Jadi, penguasa dalam negara bisa berkuasa sepenuhnya dan tidak dibatasi oleh konstitusi atau hukum. Adapun negara dengan sistem politik otoriter adalah Kongo, Brunei Darussalam, dan Kamboja.

Dari beberapa pengertian politik yang sudah dijelaskan di atas, masihkah Anda memiliki pemikiran bahwa politik itu kotor?

Sebenarnya arti dari politik sendiri adalah usaha untuk mencapai kekuasaan.

Sayangnya, memang cara-cara yang digunakan cenderung mengarah pada usaha yang kotor, sehingga wajar jika banyak orang mengartikan bahwa politik ini memanglah kotor.

About Zain Bagas

Berubah itu beresiko, tidak berubah sama sekali lebih beresiko. Be better!!

Check Also

Wawasan Nusantara

Deskripsi: Pengertian wawasan Nusantara, asas-asas, dan fungsi wawasan Nusantara. Sebagai warga Negara Indonesia yang mencintai …